Salah satu keindahan Al-Qur’an adalah adanya
rahasia-rahasia yang terkandung di dalam tiap-tiap ayatnya. Rahasia tersebut
akan terkuak manakala kita membaca tafsir Al-Qur’an terutama tafsir ayat dengan
ayat, dan hadis-hadis yang berkaitan dengan ayat tersebut masing-masing.
Ambil contoh Qur’an Surah Asy-Syams (Surah
ke-91), ayat 9, yang artinya, “Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa
itu).”
Ayat ini akan terasa lebih bertenaga dan
menyentuh jiwa kita manakala kita membaca hadis yang berkaitan dengan ayat
tersebut. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata bahwa Rasulullah SAW
bersabda, “Setiap umatku akan masuk surga pada Hari Kiamat, kecuali orang-orang
yang enggan.”Para sahabat bertanya, “Siapa mereka yang enggan, wahai
Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang taat kepadaku maka dia
pasti masuk surge, dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku maka dia telah
enggan (masuk surga).” (HR Bukhari dan Ahmad)
Contoh lainnya adalah Qur’an Surah Al-Ikhlas
(Surah ke-112), yang artinya, “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang
Mahaesa (1), Allah tempat meminta segala sesuatu (2), (Allah) tidak beranak dan
tidak diperanakkan (3), Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia (4). “
Surah yang sering juga disebut “Surah Qulhu”
ini sangat populer di masyarakat dan paling sering dibaca ketika shalat. Ini
tak mengherankan mengingat surah ini pendek dan gampang dihapal.
Meskipun Surah Al-Ikhlas itu hanya terdiri
dari empat ayat dan ayatnya pendek-pendek, namun surah ini sangat istimewa.
Bahkan menurut hadis Rasulullah SAW, Surah Al-Ikhlas merupakan sepertiga
Al-Qur’an.
Diriwayatkan
dari Abu Sa’id Al Khudri ra, dia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda
kepada para sahabatnya, “Apakah ada salah seorang di antara kalian yang mampu
membaca sepertiga Al-Qur’an dalam satu malam?” Maka para sahabat merasa
keberatan sehingga bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu, wahai
Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Qulhuwallahu Ahad, Allahush shamad… ‘ (QS
Al-Ikhlas: 4 ayat). Itulah sepertiga Al-Qur’an.” (HR Bukhari)

Keindahan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dan hubungannya dengan hadis-hadis yang berkaitan dengannya dapat kit abaca, telaah dan nikmati pada Al-Qur’an Bayan. Kitab yang diterbitkan oleh CV Bayan Qur’an ini tidak hanya memuat teks Al-Qur’an dan terjemahnya, tapi juga dilengkapi dengan tajwid, mutiara ayat, muhasabah kelompok ayat, indeks Al-Qur’an, untaian hikmah, dan doa-doa dalam Al-Qur’an.

Keindahan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dan hubungannya dengan hadis-hadis yang berkaitan dengannya dapat kit abaca, telaah dan nikmati pada Al-Qur’an Bayan. Kitab yang diterbitkan oleh CV Bayan Qur’an ini tidak hanya memuat teks Al-Qur’an dan terjemahnya, tapi juga dilengkapi dengan tajwid, mutiara ayat, muhasabah kelompok ayat, indeks Al-Qur’an, untaian hikmah, dan doa-doa dalam Al-Qur’an.
Selain itu, muhasabah surah, asbabunnuzul
(sebab-sebab turunnya ayat Al-Qur’an), dan hadis-hadis yang berkaitan. Juga
dilengkapi dengan kumpulan dalil keutamaan membaca Al-Qur’an dan pesan
Al-Qur’an untuk wanita dan keluarga.
Dengan membaca Al-Qur’an Bayan, kaum
muslimin tidak hanya sekedar membaca teks Al-Qur’an dan terjemahnya, tapi juga
belajar mengenai keagungan dan keluasan kandungan Al-Qur’an. Seperti ditegaskan
oleh DR KH Ahsin Sakho Muhammad (Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta), “…
memang mushaf ini bukanlah tafsir, tapi ini dapat memberikan penjelasan seputar
ayat dari segi muhasabah, asbabunnuzul, dan hadis-hadis yang berkaitan dengan
suatu ayat dan mutiara ayat. Diharapkan para pembaca Mushaf ini dapat memahami
ayat-ayat Al-Qur’an dengan lebih luas lagi cakupan, hikmah-hikmah,
kesimpulan-kesimpulan yang dapat diambil dari setiap ayat dalam Al-Qur’an. “ Salah satu keindahan Al-Qur’an adalah adanya
rahasia-rahasia yang terkandung di dalam tiap-tiap ayatnya. Rahasia tersebut
akan terkuak manakala kita membaca tafsir Al-Qur’an terutama tafsir ayat dengan
ayat, dan hadis-hadis yang berkaitan dengan ayat tersebut masing-masing.
Ambil contoh Qur’an Surah Asy-Syams (Surah
ke-91), ayat 9, yang artinya, “Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa
itu).”
Ayat ini akan terasa lebih bertenaga dan
menyentuh jiwa kita manakala kita membaca hadis yang berkaitan dengan ayat
tersebut. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata bahwa Rasulullah SAW
bersabda, “Setiap umatku akan masuk surga pada Hari Kiamat, kecuali orang-orang
yang enggan.”Para sahabat bertanya, “Siapa mereka yang enggan, wahai
Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang taat kepadaku maka dia
pasti masuk surge, dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku maka dia telah
enggan (masuk surga).” (HR Bukhari dan Ahmad)
Contoh lainnya adalah Qur’an Surah Al-Ikhlas
(Surah ke-112), yang artinya, “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang
Mahaesa (1), Allah tempat meminta segala sesuatu (2), (Allah) tidak beranak dan
tidak diperanakkan (3), Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia (4). “
Surah yang sering juga disebut “Surah Qulhu”
ini sangat populer di masyarakat dan paling sering dibaca ketika shalat. Ini
tak mengherankan mengingat surah ini pendek dan gampang dihapal.
Meskipun Surah Al-Ikhlas itu hanya terdiri
dari empat ayat dan ayatnya pendek-pendek, namun surah ini sangat istimewa.
Bahkan menurut hadis Rasulullah SAW, Surah Al-Ikhlas merupakan sepertiga
Al-Qur’an.
Diriwayatkan
dari Abu Sa’id Al Khudri ra, dia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda
kepada para sahabatnya, “Apakah ada salah seorang di antara kalian yang mampu
membaca sepertiga Al-Qur’an dalam satu malam?” Maka para sahabat merasa
keberatan sehingga bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu, wahai
Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Qulhuwallahu Ahad, Allahush shamad… ‘ (QS
Al-Ikhlas: 4 ayat). Itulah sepertiga Al-Qur’an.” (HR Bukhari)

Keindahan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dan hubungannya dengan hadis-hadis yang berkaitan dengannya dapat kit abaca, telaah dan nikmati pada Al-Qur’an Bayan. Kitab yang diterbitkan oleh CV Bayan Qur’an ini tidak hanya memuat teks Al-Qur’an dan terjemahnya, tapi juga dilengkapi dengan tajwid, mutiara ayat, muhasabah kelompok ayat, indeks Al-Qur’an, untaian hikmah, dan doa-doa dalam Al-Qur’an.

Keindahan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dan hubungannya dengan hadis-hadis yang berkaitan dengannya dapat kit abaca, telaah dan nikmati pada Al-Qur’an Bayan. Kitab yang diterbitkan oleh CV Bayan Qur’an ini tidak hanya memuat teks Al-Qur’an dan terjemahnya, tapi juga dilengkapi dengan tajwid, mutiara ayat, muhasabah kelompok ayat, indeks Al-Qur’an, untaian hikmah, dan doa-doa dalam Al-Qur’an.
Selain itu, muhasabah surah, asbabunnuzul
(sebab-sebab turunnya ayat Al-Qur’an), dan hadis-hadis yang berkaitan. Juga
dilengkapi dengan kumpulan dalil keutamaan membaca Al-Qur’an dan pesan
Al-Qur’an untuk wanita dan keluarga.
Dengan membaca Al-Qur’an Bayan, kaum
muslimin tidak hanya sekedar membaca teks Al-Qur’an dan terjemahnya, tapi juga
belajar mengenai keagungan dan keluasan kandungan Al-Qur’an. Seperti ditegaskan
oleh DR KH Ahsin Sakho Muhammad (Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta), “…
memang mushaf ini bukanlah tafsir, tapi ini dapat memberikan penjelasan seputar
ayat dari segi muhasabah, asbabunnuzul, dan hadis-hadis yang berkaitan dengan
suatu ayat dan mutiara ayat. Diharapkan para pembaca Mushaf ini dapat memahami
ayat-ayat Al-Qur’an dengan lebih luas lagi cakupan, hikmah-hikmah,
kesimpulan-kesimpulan yang dapat diambil dari setiap ayat dalam Al-Qur’an. “




0 komentar:
Posting Komentar