Rabu, 30 Oktober 2013

Hikmah dibalik Membaca Al-Qur'an

Salah satu keindahan Al-Qur’an adalah adanya rahasia-rahasia yang terkandung di dalam tiap-tiap ayatnya. Rahasia tersebut akan terkuak manakala kita membaca tafsir Al-Qur’an terutama tafsir ayat dengan ayat, dan hadis-hadis yang berkaitan dengan ayat tersebut masing-masing.
Ambil contoh Qur’an Surah Asy-Syams (Surah ke-91), ayat 9, yang artinya, “Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu).”
Ayat ini akan terasa lebih bertenaga dan menyentuh jiwa kita manakala kita membaca hadis yang berkaitan dengan ayat tersebut. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap umatku akan masuk surga pada Hari Kiamat, kecuali orang-orang yang enggan.”Para sahabat bertanya, “Siapa mereka yang enggan, wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang taat kepadaku maka dia pasti masuk surge, dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku maka dia telah enggan (masuk surga).” (HR Bukhari dan Ahmad)
Contoh lainnya adalah Qur’an Surah Al-Ikhlas (Surah ke-112), yang artinya, “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Mahaesa (1), Allah tempat meminta segala sesuatu (2), (Allah) tidak beranak dan tidak diperanakkan (3), Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia (4). “
Surah yang sering juga disebut “Surah Qulhu” ini sangat populer di masyarakat dan paling sering dibaca ketika shalat. Ini tak mengherankan mengingat surah ini pendek dan gampang dihapal.
Meskipun Surah Al-Ikhlas itu hanya terdiri dari empat ayat dan ayatnya pendek-pendek, namun surah ini sangat istimewa. Bahkan menurut hadis Rasulullah SAW, Surah Al-Ikhlas merupakan sepertiga Al-Qur’an.
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri ra, dia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda kepada para sahabatnya, “Apakah ada salah seorang di antara kalian yang mampu membaca sepertiga Al-Qur’an dalam satu malam?” Maka para sahabat merasa keberatan sehingga bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Qulhuwallahu Ahad, Allahush shamad… ‘ (QS Al-Ikhlas: 4 ayat). Itulah sepertiga Al-Qur’an.” (HR Bukhari)

Keindahan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dan hubungannya dengan hadis-hadis yang berkaitan dengannya dapat kit abaca, telaah dan nikmati pada Al-Qur’an Bayan. Kitab yang diterbitkan oleh CV Bayan Qur’an ini tidak hanya memuat teks Al-Qur’an dan terjemahnya, tapi juga dilengkapi dengan tajwid, mutiara ayat, muhasabah kelompok ayat, indeks Al-Qur’an, untaian hikmah, dan doa-doa dalam Al-Qur’an.
Selain itu, muhasabah surah, asbabunnuzul (sebab-sebab turunnya ayat Al-Qur’an), dan hadis-hadis yang berkaitan. Juga dilengkapi dengan kumpulan dalil keutamaan membaca Al-Qur’an dan pesan Al-Qur’an untuk wanita dan keluarga.
Dengan membaca Al-Qur’an Bayan, kaum muslimin tidak hanya sekedar membaca teks Al-Qur’an dan terjemahnya, tapi juga belajar mengenai keagungan dan keluasan kandungan Al-Qur’an. Seperti ditegaskan oleh DR KH Ahsin Sakho Muhammad (Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta), “… memang mushaf ini bukanlah tafsir, tapi ini dapat memberikan penjelasan seputar ayat dari segi muhasabah, asbabunnuzul, dan hadis-hadis yang berkaitan dengan suatu ayat dan mutiara ayat. Diharapkan para pembaca Mushaf ini dapat memahami ayat-ayat Al-Qur’an dengan lebih luas lagi cakupan, hikmah-hikmah, kesimpulan-kesimpulan yang dapat diambil dari setiap ayat dalam Al-Qur’an. “Salah satu keindahan Al-Qur’an adalah adanya rahasia-rahasia yang terkandung di dalam tiap-tiap ayatnya. Rahasia tersebut akan terkuak manakala kita membaca tafsir Al-Qur’an terutama tafsir ayat dengan ayat, dan hadis-hadis yang berkaitan dengan ayat tersebut masing-masing.
Ambil contoh Qur’an Surah Asy-Syams (Surah ke-91), ayat 9, yang artinya, “Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu).”
Ayat ini akan terasa lebih bertenaga dan menyentuh jiwa kita manakala kita membaca hadis yang berkaitan dengan ayat tersebut. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap umatku akan masuk surga pada Hari Kiamat, kecuali orang-orang yang enggan.”Para sahabat bertanya, “Siapa mereka yang enggan, wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang taat kepadaku maka dia pasti masuk surge, dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku maka dia telah enggan (masuk surga).” (HR Bukhari dan Ahmad)
Contoh lainnya adalah Qur’an Surah Al-Ikhlas (Surah ke-112), yang artinya, “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Mahaesa (1), Allah tempat meminta segala sesuatu (2), (Allah) tidak beranak dan tidak diperanakkan (3), Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia (4). “
Surah yang sering juga disebut “Surah Qulhu” ini sangat populer di masyarakat dan paling sering dibaca ketika shalat. Ini tak mengherankan mengingat surah ini pendek dan gampang dihapal.
Meskipun Surah Al-Ikhlas itu hanya terdiri dari empat ayat dan ayatnya pendek-pendek, namun surah ini sangat istimewa. Bahkan menurut hadis Rasulullah SAW, Surah Al-Ikhlas merupakan sepertiga Al-Qur’an.
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri ra, dia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda kepada para sahabatnya, “Apakah ada salah seorang di antara kalian yang mampu membaca sepertiga Al-Qur’an dalam satu malam?” Maka para sahabat merasa keberatan sehingga bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Qulhuwallahu Ahad, Allahush shamad… ‘ (QS Al-Ikhlas: 4 ayat). Itulah sepertiga Al-Qur’an.” (HR Bukhari)

Keindahan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dan hubungannya dengan hadis-hadis yang berkaitan dengannya dapat kit abaca, telaah dan nikmati pada Al-Qur’an Bayan. Kitab yang diterbitkan oleh CV Bayan Qur’an ini tidak hanya memuat teks Al-Qur’an dan terjemahnya, tapi juga dilengkapi dengan tajwid, mutiara ayat, muhasabah kelompok ayat, indeks Al-Qur’an, untaian hikmah, dan doa-doa dalam Al-Qur’an.
Selain itu, muhasabah surah, asbabunnuzul (sebab-sebab turunnya ayat Al-Qur’an), dan hadis-hadis yang berkaitan. Juga dilengkapi dengan kumpulan dalil keutamaan membaca Al-Qur’an dan pesan Al-Qur’an untuk wanita dan keluarga.
Dengan membaca Al-Qur’an Bayan, kaum muslimin tidak hanya sekedar membaca teks Al-Qur’an dan terjemahnya, tapi juga belajar mengenai keagungan dan keluasan kandungan Al-Qur’an. Seperti ditegaskan oleh DR KH Ahsin Sakho Muhammad (Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta), “… memang mushaf ini bukanlah tafsir, tapi ini dapat memberikan penjelasan seputar ayat dari segi muhasabah, asbabunnuzul, dan hadis-hadis yang berkaitan dengan suatu ayat dan mutiara ayat. Diharapkan para pembaca Mushaf ini dapat memahami ayat-ayat Al-Qur’an dengan lebih luas lagi cakupan, hikmah-hikmah, kesimpulan-kesimpulan yang dapat diambil dari setiap ayat dalam Al-Qur’an. “

0 komentar:

Posting Komentar